Rabu, 10 Juli 2013

Kerjasama Cikarang Dry Port, KAI dan Blue Bird

Cikarang Dry Port (CDP) melakukan sinergi dengan beberapa perusahaan operator pengangkutan untuk menarik dan mengangkut kontainer. Contohnya CDP menggandeng anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengirim kontainer dari Cikarang ke Surabaya.
 
Layanan kereta api disiapkan oleh Jakalogistics kerjasama PT Jababeka Infrastruktur dan PT Kereta Api Logistik beroperasi sejak Juli 2012. Cikarang Inland Port punya stasiun khusus di Surabaya sana. Untuk KA dari Jakarta ada 5 trip baru kebagian 1 trip. Waktu tempuh bisa jauh lebih singkat.

Proses pengiriman kontainer dari Jakarta menuju Surabaya lebih efisien dan cepat menggunakan kereta ketimbang truk. Di samping dapat menampung jumlah kontainer dalam jumlah yang banyak, perjalanan kereta juga hanya memakan waktu 20 jam saja. Pakai kereta itu hanya 20 jam kalau pakai truk itu bisa 3 hari itu dari Jakarta ke Surabaya.

Namun selain menggunakan layanan kereta api, pihaknya juga mengoperasikan truk untuk menarik kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok. Kontainer ini nantinya akan di bongkar untuk kemudian dikirim kembali ke gudang si pemilik dengan proses yang jauh lebih cepat.
 
Cikarang Inland Port gunakan truk untuk tarik kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok. Truk itu difasilitasi dari operator kita yaitu Blue Bird. Sampai akhir tahun target kita bisa melayani 18.000-30.000 TEUs sekarang baru 9869 TEUs.

Rabu, 12 Juni 2013

Stasiun Disulap Jadi Lobi Hotel

Stasiun Mayong merupakan stasiun mati yang terletak di Mayong. Sejak tahun 1980, penumpang turun drastis karena pelebaran jalan dan makin bannyaknya kendaraan pribadi. Akhirnya stasiun ini di non-aktifkan. Oleh pengembang hotel, stasiun antik yang berusia lebih dari seratus tahun ini, disulap menjadi sebuah lobi hotel yang unik.  Pada bagian depan, terdapat jendala loket tiket. Ada juga sebuah kotak surat tua yang antik. Begitu masuk ke dalamnya, yang akan dijumpai adalah meja resepsionis hotel. Keluar menembus stasiun itu, kita tidak akan menemui rel kereta api, melainkan pelataran resor yang mengarah ke club house berupa rumah bergaya kolonial dan aneka villa bergaya rumah Joglo. Di sisi kiri stasiun, ada pintu geser besar. Di atasnya ada plang bertuliskan 'Mayong-Losari 905 M'. 

Stasiun Mayong sangat berkesan sekali untuk tamu yang datang, mereka foto-foto karena unik dan jadi ingin lebih tahu sejarahnya. Tamu kaget pas tahu kalau ini stasiun asli dan mereka mengapresiasi pengembang hotel karena masih peduli dan menghargai peninggalan sejarah.



Kamis, 30 Mei 2013

Promo "Tarif Gila" Lebaran 2013, Rp. 10.000,-


Bagi pengguna jasa kereta api untuk lebaran nanti (29 Juni s/d 19 Agustus 2013) PT. KAI (Persero) memberikan promo yang disebut dengan "Tarif Gila". Gila memang karena harga tiketnya cuma Rp. 10.000,- WOW!!! Tarif gila ini berlaku untuk semua KA reguler, tetapi seat dan tanggal perjalannya terbatas. So, grab it fast pada tanggal 1 Juni jam 00.00 WIB di https://tiket.kereta-api.co.id/. Promo ini nantinya bersamaan dengan launching kereta api tambahan  untuk lebaran. Dapatkan juga promo ini di semua channel penjualan tiket promo kereta api.

Rabu, 29 Mei 2013

Rencana PT KA Property Manajemen Membangun Mall di Purwokerto

Dalam rangka mewujudkan misi untuk menyelenggarakan bisnis usaha penunjangnya PT Kereta Api Indonesia terus bergerak maju. Kali ini melalui anak perusahaannya PT KA Property Manajemen berencana membangun sebuah mall di atas lahan milik PT. KAI seluas 5.500 meter di Purwokerto, Jawa Tengah yang kemungkinan besar tahun ini akan langsung dibangun.

Mall yang dibangun nanti akan dijadikan pusat bisnis dengan bangunan awal direncanakan dua lantai dimana total investasi mencapai Rp 194,7 miliar.

PT KAI juga sudah melakukan sosialisasi agar penyewa membongkar bangunannya yang masa sewanya tidak diperpanjang lagi.

Pembangunan mall ini akan menambah pusat belanja yang sudah ada di Purwokerto. Tapi masalah baru muncul, dimana masyarakat mengklaim hal ini akan menambah kemacetan di Purwokerto karena semakin sedikitnya ruang bebas untuk publik yang sudah terpakai untuk pembangunan pusat pertokoan dan sejenisnya.

Jumat, 24 Mei 2013

Tarif Progresif KRL Per 1 Juni



Tiket elektronik dan tarif progresif kereta rel listrik Jabodetabek dipastikan berlaku mulai 1 Juni 2013. Dengan tarif progresif tersebut, penumpang berpeluang membayar harga tiket lebih murah dibandingkan dengan harga tiket KRL yang berlaku saat ini.

Direktur Komersial dan Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Makmur Syaheran, Minggu (19/5), mengatakan, harga tiket dengan tarif progresif ini ditentukan jauh-dekat perjalanan penumpang. ”Untuk lima stasiun pertama, penumpang dikenai tarif Rp 3.000. Adapun untuk setiap tiga stasiun berikutnya, harga tiket ditambah Rp 1.000,” kata Makmur.
Dia menambahkan, harga tiket yang harus dibayar penumpang ditentukan oleh sistem yang sudah dipersiapkan operator. Apabila ada kemungkinan lebih dari satu jalur ke stasiun tujuan, sistem secara otomatis akan menghitung jalur terpendek. Dengan demikian, harga tiket yang harus dibayar adalah harga termurah.

Makmur mencontohkan, penghitungan tarif dari Stasiun Bogor ke Stasiun Jatinegara tidak berdasarkan jumlah stasiun yang dilewati oleh kereta jalur lingkar yang berjumlah 29 stasiun. Tiket dihitung berdasarkan jarak terdekat, yakni Bogor-Manggarai-Jatinegara yang berjumlah 17 stasiun. Dengan demikian, penumpang Bogor-Jatinegara hanya membayar Rp 7.000. Adapun tarif yang berlaku saat ini untuk rute tersebut Rp 9.000. Makmur memastikan, tarif yang dibayar penumpang tidak akan lebih mahal ketimbang tarif yang berlaku saat ini meskipun jumlah stasiun yang dilewati sudah melampaui batas maksimal.

Pada tahap awal, tiket elektronik digunakan untuk satu kali perjalanan. Ke depan, tiket diberlakukan dengan sistem potong saldo (multitrip). Dengan sistem penghitungan tarif ini diharapkan semakin banyak orang tertarik menggunakan KRL sebagai moda transportasi, tidak hanya untuk pekerja komuter, tetapi juga untuk transportasi di dalam kota. Sepekan ke depan, PT KCJ akan memaksimalkan sosialisasi tiket progresif dan tiket elektronik ini kepada penumpang KRL. Tarif progresif juga mulai dipasang di stasiun-stasiun.

Adapun proses uji coba tiket elektronik ini masih dilakukan di sejumlah lintas di Jabodetabek. Sejak 8 April sampai 13 Mei, sudah 130.000 tiket elektronik yang dijual dan digunakan penumpang pada masa uji coba. Saat ini, penjualan tiket elektronik sepenuhnya sudah dilakukan untuk rute Stasiun Duri-Tangerang. Di rute lain, penjualan tiket elektronik dilakukan pada jam-jam tertentu yang bukan jam sibuk, seperti Jakarta Kota-Depok, jalur lingkar Jakarta, dan Tangerang-Duri.

Ketua Asosiasi Pengguna Kereta (Aspeka) Ahmad Safrudin mengatakan, kebijakan tarif progresif ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, dapat mengurangi ketidakadilan tarif KRL untuk jarak dekat seperti yang berlaku saat ini.

”Saat ini, orang yang menempuh jarak dekat harus membayar tarif yang hampir sama dengan penumpang KRL jarak jauh. Tarif untuk jarak dekat memang bisa saja lebih mahal daripada jarak jauh, tetapi angkanya tidak semahal sekarang,” katanya.

Di sisi lain, Ahmad berpendapat, operator seharusnya menghitung tarif berdasarkan kilometer penumpang, bukan per stasiun. Dengan begitu, tarif KRL bisa bersaing dengan moda angkutan perkotaan lain, seperti angkot. Data tentang perjalanan penumpang, menurut Ahmad, seharusnya bisa diperoleh dari data penumpang KRL saat ini.

Sterilisasi stasiun
Secara terpisah, Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daop I Sukendar Mulya mengatakan, pihaknya masih mempersiapkan pintu elektronik dan sterilisasi stasiun sebelum pemberlakuan tiket elektronik. Pembongkaran kios di area stasiun masih terus dilakukan, hingga kemarin. ”Kami juga terus mendekati pedagang yang masih melakukan penolakan. Kami berharap mereka memahami alasan pembongkaran ini,” ujarnya.

Sterilisasi dibutuhkan karena area peron stasiun dikhususkan untuk penumpang yang akan naik KRL. Untuk masuk ke peron juga diperlukan tiket elektronik. Hal ini tidak memungkinkan bila masih ada kepentingan lain di area peron selain penumpang yang menunggu kereta di peron. Pembongkaran kios juga dilakukan untuk menyediakan lahan parkir untuk menampung kendaraan pribadi yang dibawa penumpang sebelum naik KRL.

Sukendar mencatat ada sejumlah stasiun yang belum bersih dari kios, seperti Stasiun Kranji yang masih menyisakan 57 kios. Dari jumlah itu, ada satu kios yang masih memiliki kontrak hingga 30 Juni. Di Stasiun Duri, ada 77 kios yang masih berdiri. Dari jumlah itu, 70 di antaranya tidak memiliki kontrak dengan PT KAI. Meskipun demikian, Sukendar mengatakan, pihaknya akan terus mendekati pedagang yang tidak memiliki kontrak itu agar mereka bersedia pindah.

Adapun di Stasiun Universitas Indonesia, ada dua kios yang masih memiliki kontrak hingga 30 Juni. PT KAI, menurut Sukendar, akan membongkar kios setelah kontrak itu selesai. Total, ada 60 kios yang belum dibongkar di stasiun ini.
Pada hari Minggu, pembongkaran kios dilakukan di Stasiun Universitas Pancasila. Sehari sebelumnya, hari Sabtu, pembongkaran kios dilakukan di Stasiun Cawang.

sumber: KOMPAS.com, 20 Mei 2013

Rabu, 15 Mei 2013

Laporkan Calo, Anda dapat Rp. 500.000,-

Demi keseriusan memberantas calo tiket kereta api, PT KAI (Persero) akan memberikan hadiah atau reward bagi siapa saja yang menemukan adanya prektek percaloan penjualan tiket. Hal ini merupakan salah satu cara yang ditempuh PT KAI (Persero) dengan menghimbau masyarakat umum untuk bekerjasama.

Vice President Public Relations PT. KAI (Persero) Mateta saat diskusi dengan media di Jakarta berkata “Masyarakat diimbau untuk melaporkan adanya praktik percaloan. PT KAI akan memberikan hadiah sebesar Rp 500 ribu jika melaporkan dan terbukti adanya praktik percaloan itu,"

Cara ini bisa saja cukup membantu andai masyarakat peduli dan mau diajak kerjasama dalam memberantas percaloan tiket tersebut, yang salah satu dengan mau menjadi saksi.

Ditegaskan pula, oknum PT KAI yang melakukan kegiatan percaloan akan ditindak dengan hukuman pemecatan langsung diberikan apabila terbukti melakukannya.

Senin, 13 Mei 2013

Tunnel of Love


Tambahkanlah tempat ini dalam catatan anda sebagai tempat romantis di dunia yang akan anda kunjungi suatu saat nanti. Yaa, tempat ini disebut dengan "Tunnel of Love" alias terowongan cinta. Terowongan ini berada sekitar 7 Km dari Kota Kleva, Ukraina. Memiliki panjang sekitar 3 km, terowongan alam ini terdiri dari pohon-pohon yang dibentuk di sepanjang jalur kereta api.
 
Tunnel of Love digunakan oleh kereta pengangkut yang mengangkut kayu ke pabrik papan fiber terdekat dan hanya berjalan tiga kali sehari. Oleh karena itu para wisatawan tetap bisa berjalan-jalan merasakan romantisnya terowongan ini.

Sebutan Tunnel of Love sendiri diberikan oleh penduduk setempat dan mereka juga bilang, “it is believed that if two people are sincere in their love and cross the tunnel while holding each other’s hands, their wishes will come true”. Maka tidak ayal lagi, tempat ini sangat sering dikunjungi oleh pasangan muda-mudi untuk sekedar berjalan di sepanjang terowongan untuk menikmati suasana yang romantis. Ada juga yang memilih terowongan ini tempat untuk menyatakan cinta kepada orang yang disukainya sampai kepada menjadikan tempat ini sebagai lokasi pengambilan photo prewedding.

Apakah anda mau mencobanya? Kalau saya hanya bisa bilang "I wish I could" Awesome!!!